 |
| D |
engan
bacaan “ Basmalah ” sembari menggantungkan
segenap cita-harapan semata-mata ilallahi azza wajalla,
diatas lahan 8,3 ha telah berdiri Pondok Pesantren Shohwatul
Is’ad SMP-SMUTerpadu. Pondok Pesantren inikedepan
insya Allah akan mencetak santri yang terampil memiliki
jiwa enterpereneurship Yayasan Majelis Pengajian Islam |
surakarta menandatangani kerja sama pendirian
pondok Pesantren Shohwatul Is’ad Pangkep Sulawesi selatan
yang telah di laksanakan di Pesantren Modern Islam Assalam
pada tanggal 19 Oktober 2005 lalu bertepatan dengan 15 Ramadhan
1426 H. Pendirian tersebut ditindak lanjuti dengan lokakarya
kurikulum danpedoman manajemen yang kelak akan dijadikan acuan
dipesantren Shohwatul Is’ad.
Menurut ketua dewan pembina Yayasan Shohwatul Is’ad,
Drs H. Masrur Makmur La Tanro, kilas balik pada proses melatarbelakangi
pendirian ma’had Shohwatul Is’ad, ada nya laporan
independen PIRAC (Publik Interest Researc and Advocacy Center)
melaporkan perolehan zakat tahun 2005 kurang lebih 6 - 7 triliun
rupiah, jika dibagi rata kepada kurang lebih 39 juta penduduk
miskin maka masing-masing penduduk akan memperoleh Rp. 200.000/orang.
Angka 200.000/orang ini tidak memiliki arti yang signifikan
untuk meng-upgrade status hidup mereka. Apalagi 80% hasil
pembagian zakat mereka belanjakan secara konsumtif.
Berangkat dari kenyataan ini, data terakhir dari Menteri Negara
Koperasi dan Pengusaha Kecil dan Menegah (Menekop & PKM)
menunjukkan bahwa terdapat sekitar 38,99 juta usaha kecil
dan menegah di indonesia atau sekitar 99,85% dari jumlah pengusaha
indonesia. Menurut hasil ijtihad saya, jika setiap pengusaha
mengadopsi satu orang miskin, maka sirnalah kemiskinan diatas
bumi pertiwi ini“, Ungkap H. Masrur pemegang Franchise
RM Ayam Bakar Wong Solo kepada Upeks baru-baru ini.
“Oleh karena itu dengan bacaan ”basmalah”
sembari menggantungkan segenap cita-harapan semata-mata ilallahi
azza wajalla, diatas la-han 8,3 ha saya mendirikan Pondok
Pesantren Shohwa-tul Is’ad SMP-SMU terpadu”, sambungnya.
Lewat pendampingan manajemen ini, diharapkan
ma’had Shohwatul Is’ad menjadi pesantren Shalafi
yang modern. Insya Allah alumni santri Pesantren Modren Islam
Shohwatul Is’ad mampu memadukan teori-peraktek, imtak-iptek
dan amanah profesionalisme. Kelak para santri diharapkan berakhlak
Shalafi tapi memiliki cakrawala berpikiran modern dan mampu
menciptakan lapangan kerja mandiri, memiliki jiwa entrepreneur
dan menjadi cen dikiawan demi menyongsong hidup yang cerah
di dunia dan akhirat, Amin. Untuk mewujudkan tujuan diatas,
para santri diwajibkan menggunakan bahasa Arab dan Inggris
sebagai alat komunikasi. Begitu pulah laiknya sebuah pesantren,
para santri dididik dengan Panca Jiwa Pondok yaitu kemandirian,
Ukhuah Islamiah dan kebebasan.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan
MPI Surakarta, Hj. Siti Aminah Abdullah juga menambahkan dengan
berdirinya Pondok Pesantren ini khususnya dalam rangka memperlebar
pengabdian kita di Pangkep Sulawesi selatan.“ Saya berharap
kurikulum dan pedoman manajemen pondok yang sudah dilokakaryakan
ini, dapat diarahkan untuk menjadi standar acuan bagi siapa
saja dan dimana saja yang akan bekerjasama mendirikan pondok
berafiliasi dengan PPMI Assalam ”, ujar Hj. Siti Aminah..
“Seperti diketahui bahwa kerjasama
dengan Yayasan Shohwatul Is’ad Pangkep Sulawesi selatan,
telah kita tanda tangani beberapa waktu yang lalu. Kerjasama
pendirian pondok dengan Pangkep ini merupakan pengalaman pertama
setelah hampir 25 tahun kita mengelolah pondok Assalam. Pengalaman
selama 25 tahun tentu bukan waktu yang singkat dan pasti banyak
pelajaran yang sudah kita peroleh. untuk itu pilihlah pengalaman-pengalaman
yang baik untuk dituangkan menjadi pedoman, seangkan yang
kurang baik, cukup menjadi pelajaran yang berharga”,
paparnya. Dengan cara demikian, lanjutnya, muda-mudahan Pondok
yang kita dirikan di Pangkep bisa menjadi semacam “fotocopy”
dari PPMI Assalaam tetapi yang baik-baik, sehingga saling
bisa memacu kemajuan keduabelah pihak.
|